Bahasa Senjata, Sila yang Panca,Digilas Sejarah,Supersemar


Bahasa Senjata

Hai tentara dan polisi, dan rakyat, perlipatgandakanlah usahamu membasmi pengacau-pengacau itu. Segala jalan harus dilalui. Kalau kata-kata saja tidak dapat menyehatkan jiwa yang keblinger, apa boleh buat, suruhlah senjata berbicara, satu bahasa yang lebih kuat lagi!
Karno, 17 Agustus 1963.


Sila yang Panca

Sulit sekali saudara-saudara, pemersatuan rakyat Indonesia itu jikalau tidak didasarkan atas Pancasila. Tadi telah dikatakan oleh saudara Muhammad Yamin, alangkah banyak macam agama di sini, alangkah banyak macam aliran pikiran di sini, alangkah banyak macam golongan di sini, alangkah banyak macam suku di sini. Bagaimana mempersatukan aliran-aliran, suku-suku, agama-agama dan lain sebagainya itu jikalau tidak diberi satu dasar yang mereka bersama-sama bisa berpijak di atasnya? Dan, itulah saudara-saudara, Pancasila.
Karno, Hari Pancasila 1950.


Digilas Sejarah

Hayo bangsa Indonesia! Dengan jiwa yang berseri-seri, mari berjalan terus, jangan berhenti! Revolusimu belum selesai. Jangan berhenti, sebab siapa yang berhenti akan diseret oleh sejarah dan siapa yang menentang corak dan arahnya sejarah, tidak peduli tiada bangsa apapun, ia akan digiling, digilas oleh sejarah itu sama sekali. Kalau pihak Belanda menentangnya, dengan misalnya tetap tidak mau menyudahi kolonialisme di Irian Barat, satu hari akan datang, entah besok entah lusa, yang dia pasti digiling gilas oleh sejarah.
Karno, 17 Agustus 196(2?)
Supersemar

Surat Perintah 11 Maret itu mula-mula, dan memang sejurus waktu, membuat mereka bertampik sorak-sorai kesenangan. Dikiranya SP 11 Maret adalah satu penyerahan pemerintahan, dikiranya SP 11 Maret itu satu transfer of sovereignity, of authority. Padahal, tidak! SP 11 Maret adalah satu perintah pengamanan. Pengamanan jalannya any pemerintahan, demikian kataku pada waktu melantik kabinet. Kecuali itu, juga perintah pengamanan kesalamatan pribadi presiden, perintah pengamanan wibawa presiden, perintah pengamanan ajaran presiden, perintah pengamanan beberapa hal.
Karno, 17 Agustus 1966.

Romeltea Media
KISAH-KISAH Pelaku SeJaRaH Updated at:
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Lorem

Lorem Ipsum

 
back to top